Delik.sbs, JAKARTA — Kementerian Hukum melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual menggelar Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center pada tanggal 3 sampai 5 November 2026 untuk menggenjot hilirisasi riset domestik.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas bersama Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra membuka kegiatan tersebut guna mengatasi rendahnya tingkat komersialisasi paten nasional yang masih berada di bawah lima persen.
Forum ini mempertemukan lebih dari 3.000 peserta dari kalangan kementerian, lembaga riset, perguruan tinggi, industri, perbankan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan bertujuan membangun ekosistem kolaboratif agar invensi lokal bertransformasi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Penguatan Hilirisasi dan Kapasitas Riset Nasional
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar memaparkan bahwa permohonan paten dalam negeri sepanjang periode 2016 sampai 2025 baru mencapai 34,56 persen dari total keseluruhan permohonan. Kondisi tersebut memperlihatkan urgensi peningkatan kapasitas riset agar hasil inovasi tidak berhenti di atas kertas.
“Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas riset dan inovasi nasional, serta penguatan pemanfaatan paten untuk menghasilkan nilai ekonomi,” ujar Hermansyah Siregar dalam laporan pembukaannya.
Pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp10 triliun pada 2026 untuk mendukung kegiatan berbasis kekayaan intelektual. Langkah tersebut diiringi dengan penyelenggaraan empat kegiatan business matching sepanjang tahun untuk mempertemukan pemegang paten dengan pelaku industri.
Inovasi Kendaraan Listrik dan Penghargaan Patent Awards
Rangkaian acara hari pertama turut diisi dengan sesi Patent Town Hall Pitching yang menampilkan teknologi kendaraan listrik dan teknik dari berbagai perusahaan. Masrah Marang selaku Direktur Utama PT Marlip Indo Mandiri memperkenalkan platform kendaraan listrik yang dirancang untuk kebutuhan angkutan kota dan perkebunan.
Selain itu, Haryoga Aditya Wardhana dari PT PGAS Solution memaparkan alat penyambungan pipa berbasis teknologi efisiensi tinggi, sementara Valentinus Bimo Kurniatmoko dari PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk memaparkan pengembangan bus dan truk listrik komersial.
Puncak acara juga diwarnai dengan penyerahan Indonesia Patent Awards 2026. PT Pertamina Persero mendominasi penghargaan melalui kategori Best Commercialization Model dan Best Green and Blue Innovation Patent, disusul oleh PT Pura Barutama dan PT PLN Nusantara Power Muara Tawar. Trofi penghargaan tersebut dirancang khusus oleh seniman Erik Wira Diputra menggunakan mahoni hitam dan spiral DNA bersepuh emas.
