Indramayu Detik sbs– Ratusan petani yang tergabung dalam Aliansi Petani Gantar Bersatu (APGB) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bendungan Sadawarna. Mereka mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum segera merealisasikan pembangunan jaringan irigasi agar manfaat bendungan dapat dirasakan langsung oleh para petani.
Rabu 04/11/2026.
Aksi tersebut melibatkan massa dari tiga kabupaten, yakni Indramayu, Subang, dan Sumedang. Para petani menilai keberadaan Bendungan Sadawarna hingga kini belum memberikan manfaat maksimal bagi sektor pertanian, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pengairan lahan persawahan di wilayah Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.
Bagi para petani, pembangunan bendungan yang menelan anggaran besar semestinya diikuti dengan ketersediaan infrastruktur jaringan irigasi yang memadai. Tanpa jaringan tersebut, potensi sumber daya air yang tersedia dinilai belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang produktivitas pertanian.
Secara geografis, Bendungan Sadawarna berada di kawasan perbatasan Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Bendungan ini dibangun dengan membendung aliran Sungai Cipunegara dan diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur strategis untuk mendukung kebutuhan air di wilayah sekitarnya.
Bendungan Sadawarna memiliki sejumlah fungsi penting, di antaranya mendukung pengairan lahan pertanian seluas kurang lebih 4.280 hingga 4.500 hektare di wilayah Subang dan Indramayu, mengendalikan potensi banjir di daerah hilir, serta menyediakan air baku sekitar 4,50 meter kubik per detik.
Selain mendukung kebutuhan masyarakat, ketersediaan air tersebut juga diproyeksikan menunjang pengembangan kawasan industri, termasuk kawasan Pelabuhan Patimban.
Namun, besarnya potensi tersebut kini menjadi sorotan para petani. Mereka mempertanyakan belum optimalnya pemanfaatan air bendungan untuk kebutuhan pertanian, terutama bagi petani di Kecamatan Gantar yang berharap pembangunan jaringan irigasi segera diwujudkan.
Ketua Koordinator Aksi APGB, Rana, menegaskan bahwa tuntutan utama para petani adalah percepatan pembangunan jaringan irigasi Bendungan Sadawarna. Menurutnya, infrastruktur tersebut menjadi kebutuhan mendesak agar petani tidak terus dihadapkan pada persoalan ketersediaan air untuk mengolah lahan persawahan.
”Kami mendesak BBWS Citarum agar segera merealisasikan pembangunan irigasi Bendungan Sadawarna. Ini menyangkut kepentingan para petani, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung program ketahanan pangan pemerintah,” tegas Rana.
Ia mengungkapkan, dalam aksi tersebut pihaknya telah menerima penyampaian dari perwakilan BBWS Citarum terkait rencana realisasi pembangunan jaringan irigasi. Meski demikian, APGB meminta agar komitmen tersebut tidak berhenti sebatas janji, melainkan diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan.
”Tadi juga penyampaian dari pihak BBWS sudah kami dengar bahwasanya akan segera merealisasikan pembangunan irigasi tersebut. Namun demikian, seandainya itu tidak terlaksana, maka kami akan menggelar aksi yang lebih besar lagi,” tegasnya.
Bagi APGB, persoalan irigasi menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Ketersediaan air yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sawah, meningkatkan hasil panen, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Untuk mengamankan jalannya aksi, sebanyak 200 personel gabungan dari unsur TNI dan Polri dikerahkan ke lokasi. Pengamanan dilakukan guna memastikan penyampaian aspirasi para petani berlangsung tertib dan kondusif.
Aksi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan bendungan tidak cukup diukur dari berdirinya infrastruktur penampung air. Manfaatnya harus benar-benar sampai kepada masyarakat, terutama petani yang menjadi salah satu kelompok penerima manfaat utama.
Kini, para petani menunggu realisasi komitmen BBWS Citarum. Mereka berharap pembangunan jaringan irigasi Bendungan Sadawarna segera dimulai sehingga air yang selama ini tertampung dapat mengalir ke sawah-sawah dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani di tiga kabupaten.
( Maman )
Ratusan Petani Geruduk Bendungan Sadawarna, Desak BBWS Segera Bangun Irigasi
