Tegal, Delik.sbs — Semangat kepramukaan bergema di sepanjang jalan Kota Tegal. Delapan siswa MTs Model Ihsaniyah Kota Tegal berhasil dipercaya menjadi bagian dari pasukan inti Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Ranting (Kwarran) Tegal Barat, sebuah amanah yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi para siswa, pembina, dan keluarga besar madrasah.
Dalam kegiatan tersebut, kedelapan siswa mendapat tugas penting membawa bendera semaphore sekaligus mengawal cikal Tunas Kelapa sepanjang rute sekitar lima kilometer.
Perjalanan dimulai dari titik start di Perumahan Residen, Jalan Siutung, Pesurungan Kidul, kemudian berlanjut menyusuri sejumlah ruas jalan hingga mencapai titik finish di Jalan Hang Tuah, tepat di depan Sanggar Pramuka Kwarcab Kota Tegal.
Kehadiran para siswa MTs Model Ihsaniyah sebagai pasukan inti turut menjadi magnet tersendiri. Dengan seragam dan perlengkapan kepramukaan, mereka tampil penuh percaya diri menjalankan tugas hingga garis akhir.
Kemeriahan semakin terasa ketika ratusan siswa MTs Model Ihsaniyah bersama pelajar dari sejumlah sekolah di wilayah Tegal Barat turut turun ke jalan untuk memberikan dukungan.
Mereka membawa bendera-bendera kecil, menyanyikan yel-yel Pramuka, serta memberikan semangat kepada rekan-rekan mereka yang berada di barisan terdepan.
Momen tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kepramukaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi para siswa tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, ketangguhan, dan semangat pengabdian.
Pembina Pramuka MTs Model Ihsaniyah, M. Fajar Pradana, S.Pd., mengatakan bahwa para siswa yang terpilih telah menjalani proses persiapan dan latihan secara intensif sebelum dipercaya menjadi pasukan inti.
“Anak-anak telah melalui latihan yang cukup intensif, mulai dari pemantapan ketahanan fisik hingga penyelarasan baris-berbaris dengan penggunaan bendera semaphore,” ujarnya.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Selain mengasah keterampilan kepramukaan, keterlibatan dalam ETK juga diharapkan mampu membentuk karakter siswa agar semakin disiplin, percaya diri, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam sebuah tim.
Keberhasilan delapan siswa tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kegiatan kepramukaan di MTs Model Ihsaniyah tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar melalui pengalaman nyata, mengambil peran, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah masyarakat.
Semangat yang ditunjukkan para siswa sepanjang kegiatan menjadi gambaran bahwa nilai-nilai kepramukaan tetap tumbuh kuat di kalangan generasi muda—dengan kebersamaan, kedisiplinan, dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab sebagai fondasi utama.

