Top 5 This Week

Related Posts

Babi Hutan Menyeberang Jalan, Pemotor di Ponorogo Terluka

PONOROGO DELIK SBS— Jalan yang berbatasan dengan kawasan hutan tidak hanya menyimpan risiko kecelakaan akibat kondisi kendaraan maupun kelalaian pengendara. Kemunculan satwa liar secara tiba-tiba juga dapat menjadi ancaman serius, terutama pada malam hingga dini hari.

Hal itu terjadi di Jalan Raya Ngumpul-Sumoroto, Desa Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Seorang pengendara sepeda motor mengalami luka setelah kendaraan yang dikendarainya bertabrakan dengan seekor babi hutan yang mendadak menyeberang jalan.

Pengendara tersebut diketahui bernama Adam Isa Mahendra (25), warga Desa Nampan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo. Saat kejadian, Adam sedang melintas menggunakan sepeda motor di ruas jalan tersebut.

Menurut Kapolsek Jambon AKP Sarwoto, kecelakaan berlangsung secara tiba-tiba. Seekor babi hutan muncul dan menyeberangi jalan ketika sepeda motor korban melintas.

“Begitu sepeda motor lewat, tiba-tiba ada seekor babi menyeberang dan terjadi tabrakan,” kata Sarwoto, Sabtu (5/9/2026).

Benturan tersebut membuat Adam terjatuh dan mengalami sejumlah luka, antara lain lecet pada tangan dan kaki serta luka di bagian kanan kepala. Korban kemudian mendapatkan perawatan di Puskesmas Jambon dalam kondisi sadar.

Sementara itu, sepeda motor yang digunakan korban mengalami kerusakan cukup parah. Babi hutan yang terlibat dalam kecelakaan juga mati di lokasi.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena lokasi kecelakaan berada di kawasan yang relatif dekat dengan hutan. Sarwoto menyebut wilayah Karanglo Kidul memang berbatasan dengan kawasan hutan sehingga kemunculan satwa liar di sekitar jalan masih mungkin terjadi.

“Daerah Karanglo itu berbatasan dengan hutan. Kemungkinan babi tersebut berasal dari hutan di sekitar lokasi,” ujarnya.

Bukan Sekadar Kecelakaan Tunggal. Kecelakaan ini menunjukkan bahwa keselamatan di jalan yang berada dekat kawasan hutan membutuhkan kewaspadaan berbeda. Risiko bukan hanya berasal dari kendaraan lain, permukaan jalan, atau faktor manusia, tetapi juga dari pergerakan satwa yang sulit diprediksi.

Pada malam hari, jarak pandang pengendara semakin terbatas. Satwa yang keluar dari kawasan hutan dan langsung menyeberang jalan dapat muncul dalam hitungan detik sehingga pengendara memiliki waktu sangat singkat untuk melakukan pengereman atau menghindar.

Karena itu, kepolisian mengimbau pengendara yang melintas di kawasan dekat hutan, khususnya pada malam hari, untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang melintas pada malam hari, agar selalu berhati-hati dan jangan mengendarai kendaraan terlalu kencang,” kata Sarwoto.

Kecelakaan tersebut telah dilaporkan kepada Unit Laka Lantas Polres Ponorogo untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ruas jalan yang bersinggungan dengan habitat satwa liar memerlukan perhatian khusus. Keselamatan pengendara dan keberadaan satwa sama-sama perlu dipertimbangkan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban.

Popular Articles