Brebes, Delik.sbs — Musim kemarau mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Brebes. Krisis air bersih perlahan meluas, memaksa pemerintah daerah bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes hingga kini telah menyalurkan 611.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Berdasarkan data rekapitulasi penanganan bencana krisis air, bantuan tersebut telah menjangkau 18.874 jiwa yang tersebar di 15 desa pada delapan kecamatan.
Distribusi dilakukan secara bertahap menggunakan armada tangki BPBD Brebes. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 132 kali pengiriman atau ritase telah dilakukan ke berbagai titik yang mengalami keterbatasan sumber air bersih.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Brebes, Wibowo Budi Santoso, mengatakan penyaluran air bersih merupakan langkah responsif pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah yang mulai mengalami krisis air.
Menurutnya, distribusi dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan warga di lapangan, terutama pada wilayah yang sumber airnya mulai berkurang akibat kemarau.
“Distribusi air bersih kami lakukan sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah yang mulai mengalami krisis air,” ujar Wibowo.
BPBD Brebes memastikan penanganan krisis air bersih akan terus dilakukan dengan memantau perkembangan kondisi di sejumlah wilayah terdampak.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan air bersih di tengah ancaman kemarau yang masih berlangsung.
Dengan 611 ribu liter air telah didistribusikan, pemerintah daerah berharap bantuan tersebut mampu meringankan beban warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

