SURABAYA, DELIK SBS – Langit berawan tidak otomatis membuat udara Surabaya terasa sejuk. Prakiraan cuaca pada Sabtu (5/9/2026) menunjukkan suhu udara di Kota Surabaya masih berpotensi mencapai 33 derajat Celsius, sehingga masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu tetap mewaspadai paparan panas.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagaimana dikutip dalam prakiraan cuaca, suhu Surabaya berada pada kisaran 23-33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara sekitar 37-85 persen. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan cukup besar antara udara pada waktu yang lebih sejuk dan kondisi ketika suhu mencapai puncaknya. Cuaca berawan memang mengurangi dominasi sinar matahari langsung, tetapi tidak serta-merta menghilangkan potensi rasa panas dan gerah.
Berawan Bukan Berarti Bebas Panas
Masyarakat yang menganggap cuaca berawan sebagai tanda aman dari panas tetap perlu berhati-hati. Ketika suhu meningkat, aktivitas fisik di luar ruangan dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Kondisi akan semakin terasa bagi warga yang bekerja di ruang terbuka, pengendara sepeda motor, pedagang kaki lima, pekerja konstruksi, maupun masyarakat yang harus bepergian dalam waktu lama.
Karena itu, membawa air minum, mengenakan pakaian yang nyaman serta mengatur waktu aktivitas menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat. Kelembapan Bisa Membuat Udara Makin Gerah
Selain suhu, kelembapan udara menjadi faktor yang ikut menentukan kenyamanan. Kisaran kelembapan 37-85 persen menunjukkan kondisi atmosfer dapat berubah sepanjang hari.
Saat kelembapan tinggi bersamaan dengan suhu panas, tubuh dapat lebih sulit melepaskan panas melalui penguapan keringat. Akibatnya, udara bisa terasa lebih gerah meskipun matahari tidak sepenuhnya terlihat.
Sebaliknya, ketika kelembapan lebih rendah, udara cenderung terasa lebih kering.
Aktivitas Luar Ruangan Perlu Adaptasi
Warga Surabaya yang memiliki agenda di luar rumah disarankan tidak hanya melihat kondisi langit sebelum berangkat. Perubahan suhu dan kelembapan sepanjang hari juga perlu diperhitungkan.
Bagi pekerja lapangan, istirahat secara berkala dan mencukupi kebutuhan cairan menjadi bagian penting untuk menjaga kondisi tubuh. Masyarakat juga perlu memperhatikan tanda-tanda tubuh ketika mulai mengalami kelelahan akibat panas.
Prakiraan cuaca bukan kepastian mutlak. Perkembangan atmosfer dapat menyebabkan kondisi aktual berbeda dan prakiraan dapat diperbarui.
Karena itu, masyarakat sebaiknya mengikuti informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, terutama ketika hendak melakukan aktivitas penting atau perjalanan.
Dengan suhu yang berpotensi mencapai 33 derajat Celsius, cuaca berawan di Surabaya hari ini bukan alasan untuk lengah. Langit boleh redup, tetapi risiko panas tetap perlu diperhitungkan.
Sa/ya

