OPINI | DELIK SBS
Oleh : Prayitno
Ada ironi yang patut dipertanyakan.
Di tengah keterbatasan ekonomi, banyak masyarakat terbiasa mengelola makanan agar tidak terbuang. Namun program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki anggaran negara, dapur khusus, SOP, dan mekanisme pengawasan justru masih menghadapi persoalan keamanan pangan hingga terjadi keracunan massal.
Pertanyaannya sederhana: di mana letak masalahnya?
Apakah persoalannya hanya kesalahan teknis di dapur, atau ada kelemahan dalam sistem pengawasan dari bahan baku, proses memasak, penyimpanan, distribusi hingga makanan diterima anak-anak?
MBG bukan program yang layak ditolak hanya karena muncul kasus. Justru karena program ini menggunakan uang negara dan menyasar anak-anak, standar keamanannya harus jauh lebih tinggi.
Jangan hanya menghitung berapa juta porsi yang berhasil dibagikan. Publik juga berhak mengetahui berapa porsi yang benar-benar terjamin keamanannya.
Jika disebut terjadi pelanggaran SOP, publik pantas bertanya:
SOP mana yang dilanggar? Siapa yang mengawasi? Mengapa pelanggaran bisa terjadi? Apakah kapasitas dapur sesuai dengan jumlah porsi? Bagaimana bahan baku diperiksa? Bagaimana makanan disimpan dan didistribusikan?
Pertanyaan tersebut bukan berarti menuduh pemerintah gagal atau membawa persoalan ini ke ranah politik.
Tetapi program pemerintah juga tidak boleh kebal dari kritik.
Jika masalahnya teknis, jelaskan secara terbuka. Jika ada kelalaian, tindak sesuai aturan. Jika sistemnya lemah, perbaiki sistemnya.
Masyarakat tidak cukup hanya mendengar siapa yang dicopot atau siapa yang disalahkan. Yang dibutuhkan adalah jaminan bahwa kejadian serupa tidak berulang.
Sebab penerima MBG adalah anak-anak. Mereka bukan objek percobaan dan bukan sekadar angka dalam laporan keberhasilan program.
Pada akhirnya, pertanyaannya bukan semata-mata “Ini politik atau bukan?”
Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: Mengapa makanan yang diberikan atas nama negara bisa sampai menimbulkan korban?Pemerintah tidak perlu takut terhadap pertanyaan publik. Justru jawaban yang transparan, berbasis data, dan dapat dipertanggungjawabkan akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap MBG.
Makanan bergizi harus terlebih dahulu dipastikan aman.
