Delik,sbs-Saumlaki/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Kemenag KKT) menghadirkan ruang penguatan iman bagi warga binaan melalui kegiatan pembinaan keagamaan di Lapas Saumlaki. Rabu (23/9)
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, membangun kesadaran diri, serta mendorong perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik.
Kalapas Saumlaki, Agung Wibowo, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting bagi warga binaan selama menjalani masa pidana. Nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan keagamaan bukan hanya tentang pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk melakukan refleksi diri, memperkuat keimanan, dan membangun tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Agung.
Sinergi bersama Kemenag KKT turut mendukung pelaksanaan pembinaan kepribadian di Lapas Saumlaki. Pendampingan keagamaan diharapkan dapat memberikan ketenangan batin sekaligus memperkuat nilai moral dan spiritual warga binaan.
Penyuluh Agama Katolik Kemenag KKT, Maura Ratuanik, menyampaikan bahwa pendampingan keagamaan menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta menemukan kekuatan dalam menjalani kehidupan selama berada di Lapas.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Melalui pembinaan iman, kami berharap warga binaan dapat menemukan kekuatan, pengharapan, dan semangat untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ungkap Maura.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Lapas Saumlaki berkomitmen memberikan pelayanan dan pembinaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan warga binaan, termasuk aspek keagamaan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah selesai menjalani masa pidana.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan. Pembinaan keagamaan diharapkan mampu membantu warga binaan membangun kesadaran dan mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat.
“Pembinaan keagamaan menjadi salah satu fondasi penting untuk membentuk pribadi warga binaan yang memiliki kesadaran, tanggung jawab, dan nilai moral sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Sinergi antara Lapas Saumlaki dan Kemenag KKT diharapkan terus terjalin secara berkelanjutan sehingga pembinaan keagamaan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Kehadiran penyuluh agama menjadi bagian dari dukungan untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis, religius, dan mendorong perubahan positif.
Dengan pembinaan yang konsisten serta dukungan dari berbagai pihak, Lapas Saumlaki terus mendorong warga binaan mengisi masa pidana dengan kegiatan positif sekaligus mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali kepada keluarga dan masyarakat.

