
Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira bersama peserta program magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 1 Tahun 2026 gelar pembelajaran Iqra dan Al-Qur’an bagi Warga Binaan di Musala At-Taubah Lapas Bandanaira, Kamis (10/9). Kegiatan tersebut bagian dari pembinaan kepribadian untuk tingkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus pembinaan mental spiritual bagi Warga Binaan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta magang secara langsung mendampingi Warga Binaan mempelajari Iqra, mulai dari mengenal huruf hijaiyah, memperbaiki pelafalan, hingga membaca secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing Warga Binaan. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang sabar, humanis, dan penuh kepedulian.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, mengatakan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam proses perubahan perilaku Warga Binaan.
”Pembinaan bukan hanya bagaimana Warga Binaan memiliki keterampilan, tetapi juga bagaimana mereka membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai spiritual. Melalui pembelajaran Iqra dan Al-Qur’an, kami ingin memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk terus belajar dan melakukan perubahan positif,” ujar Samad.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan peserta magang yang turut memberikan energi positif dalam pelaksanaan pembinaan.
”Kehadiran peserta magang memberikan warna tersendiri dalam kegiatan pembinaan. Mereka tidak hanya belajar tentang lingkungan kerja, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam proses pembinaan dan memberikan pendampingan kepada Warga Binaan,” tambahnya.
Salah satu peserta magang, Ferdiansyah Skiman, mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapat kesempatan terlibat langsung dalam proses pembinaan keagamaan di Lapas Bandanaira.
”Saya sangat bersyukur bisa ikut terlibat langsung mendampingi Warga Binaan dalam belajar Iqra dan Al-Qur’an. Bagi saya, ini bukan hanya tentang mengajar mengaji, tetapi juga tentang saling menguatkan dan memberikan motivasi agar Al-Qur’an benar-benar menjadi bekal untuk memperbaiki diri,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan, Yosi, mengaku dapat pengalaman positif dari kegiatan tersebut. Ia mengatakan pembelajaran Iqra dan Al-Qur’an memberinya kesempatan untuk kembali mempelajari bacaan yang sebelumnya belum dikuasai dengan baik.
”Awalnya saya masih banyak kekurangan dalam membaca Al-Qur’an, tetapi melalui kegiatan ini saya mendapatkan kesempatan untuk belajar kembali. Selain menambah kemampuan membaca, kegiatan ini juga membuat hati lebih tenang dan memberikan motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
