BENGKULU SELATAN – Sejumlah warga di Kabupaten Bengkulu Selatan mengeluhkan adanya debu berwarna abu-abu tipis yang menempel di atap, kendaraan, dan halaman rumah sejak Sabtu malam 5 September 2026. Fenomena ini memunculkan spekulasi: apakah debu tersebut dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau?
Pantauan di Kecamatan Manna, Bunga Mas, dan Kota Manna menyebutkan debu halus mulai terlihat saat warga menyapu halaman pada Minggu pagi.
“Pas bangun tidur, meja teras dan motor penuh debu putih keabu-abuan. Biasanya nggak ada setebal ini,” kata Rina, warga Padang Kapuk Kota Manna.
Hal serupa juga dirasakan warga di Kecamatan Bunga Mas dan Seginim. Debu tidak berbau dan tidak terasa gatal saat disentuh, namun cukup mengganggu aktivitas di luar rumah.
Video dan foto debu tersebut juga ramai beredar di Facebook dan grup WhatsApp warga Bengkulu Selatan.
Hingga kabar ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari BMKG Bengkulu dan pihak terkait keterkaitan debu dengan aktivitas vulkanik.
Secara teori, material abu vulkanik bisa terbawa angin hingga ratusan kilometer. Tapi untuk memastikan apakah debu di Bengkulu Selatan berasal dari Anak Krakatau, perlu uji laboratorium.
Gunung Anak Krakatau sendiri berada di Selat Sunda, sekitar 350 km dari Bengkulu Selatan.
Jika memang ini abu vulkanik, sebaiknya gunakan masker saat beraktivitas di luar, tutup tempat makanan dan minuman, serta bersihkan debu dengan kain basah agar tidak beterbangan.
Warga juga diminta tidak panik dan terus memantau informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan BPBD Bengkulu Selatan.
Hingga saat ini penyebab pasti debu misterius tersebut masih dalam penelusuran. Bisa jadi berasal dari erupsi gunung, kebakaran hutan, atau faktor cuaca dan angin kencang yang membawa debu dari wilayah lain.
Masyarakat diminta tetap tenang, namun tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.(**)
