Delik.sbs-Saparua/Kanwil Ditjenpas Maluku, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, bersama jajaran pimpinan, staf, dan operator aplikasi menghadiri Rapat Evaluasi Kinerja Satuan Kerja di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku secara daring pada hari ini, Rabu (09/09/2026).
Keikutsertaan seluruh elemen Lapas Saparua ini menjadi bukti komitmen penuh dalam menyelaraskan strategi kerja dan memperkuat tata kelola Pemasyarakatan di wilayah Maluku.
Berdasarkan pemaparan evaluasi kinerja, penguatan Pemasyarakatan di wilayah Maluku saat ini didukung oleh dua Bapas—Bapas Kelas II Ambon dan Bapas Kelas II Saumlaki—yang diperkuat oleh 24 Pembimbing Kemasyarakatan (PK/APK). Para petugas ini mengampu pembimbingan bagi 911 Klien Pemasyarakatan (846 Dewasa dan 65 Anak) dengan tingkat penyelesaian Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) mencapai angka sempurna 100%.
Pendampingan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) dari tingkat penyidikan hingga pengadilan juga terlaksana secara penuh, didukung program pembimbingan kemandirian seperti pertanian cabai di Ambon serta akselerasi program serupa di Saumlaki.
Pada sektor Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas, Kanwil Ditjenpas Maluku mencatatkan peningkatan kinerja yang signifikan. Pemenuhan data dukung STAR RB ZI 2026 (periode B-03 dan B-06) telah dipenuhi oleh sebagian besar UPT, sementara periode B-09 terus diakselerasi sebelum batas akhir pengunggahan pada 24 September 2026.
Dalam penilaian e-SAKIP, Kanwil Ditjenpas Maluku meraih predikat AA dengan skor 97,22. Di samping itu, nilai rata-rata Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) berada pada angka 98,68, dengan capaian tertinggi diraih oleh LPKA Kelas II Ambon yang menyapu bersih nilai sempurna 100.00.
Komitmen tertib administrasi juga ditunjukkan melalui Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan integritas pegawai. Sebanyak 98,53% dari total 11.264 item BMN telah memiliki Sertifikat/Status Penggunaan (PSP), dengan sembilan Satker berhasil mencapai 100% PSP. Hambatan teknis pada sisa item BMN terus ditindaklanjuti melalui coaching clinic dan pengawasan. Penggunaan aplikasi kearsipan SRIKANDI serta penataan arsip terus didorong, diimbangi tingkat kepatuhan pelaporan LHKPN dan LHKASN pegawai yang mencapai 100% Tepat Waktu.
Menanggapi berbagai pemaparan evaluasi tersebut, Kalapas Saparua, Pramuaji Buamonabot, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus berbenah dan meningkatkan performa kerja. “Kami bersama seluruh tim, mulai dari jajaran pimpinan, staf, hingga operator aplikasi, berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti seluruh arahan dan poin evaluasi dari Kanwil Ditjenpas Maluku. Penguatan tata kelola administrasi, perbaikan data dukung, hingga kehumasan akan terus kami optimalkan,” tegasnya.
Melalui rapat ini, Lapas Saparua siap memperkuat sinergi dan mengakselerasi seluruh program kerja demi mewujudkan tata kelola Pemasyarakatan yang makin akuntabel, transparan, dan profesional di wilayah Maluku.

