Top 5 This Week

Related Posts

Perkuat Mental dan Spiritual, Lapas Piru Gandeng Kemenag SBB Bina Karakter Warga Binaan

Delik,sbs-Piru/Menjadikan momentum pembinaan sebagai ruang untuk merefleksikan diri dan memperkuat ketakwaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kembali menggelar pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Muslim di Masjid Nurul Hijrah, Selasa (8/9). Mengusung tema “Rahasia Dahsyatnya Istighfar”, kegiatan ini mengajak Warga Binaan menjadikan istighfar sebagai bagian dari upaya memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Wikrama Jaya, mengatakan pembinaan kerohanian menjadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai moral sekaligus memperkuat kesadaran Warga Binaan selama menjalani proses pemasyarakatan.
“Melalui tema tentang dahsyatnya istighfar, kami ingin Warga Binaan memahami bahwa perubahan dapat dimulai dari keberanian mengakui kesalahan dan memperbaiki diri. Harapannya, nilai tersebut dapat tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” ujar Wikrama.

Perwakilan Kemenag SBB, Umi Samiun, menyampaikan bahwa membiasakan istighfar dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Dengan membiasakan istighfar, seseorang diajak untuk senantiasa mengingat Allah sekaligus melakukan evaluasi terhadap dirinya. Semoga Warga Binaan dapat menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan memperbaiki hati dan kehidupan,” tutur Umi.

Salah satu Warga Binaan berinisial D mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari pembinaan tersebut.
“Tema ini mengingatkan saya untuk melihat kembali kesalahan yang pernah dilakukan. Saya ingin menjadikan istighfar sebagai pengingat agar dapat berubah dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ungkap D.

Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan pembinaan mental dan spiritual memiliki peran penting dalam mempersiapkan Warga Binaan kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan harus mampu mendorong perubahan secara utuh, baik dari sisi perilaku maupun mental spiritual. Kami berharap setiap Warga Binaan dapat memanfaatkan proses ini sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” pungkas Hery.

Melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Piru bersama Kemenag SBB terus menghadirkan ruang pembelajaran dan refleksi untuk memperkuat karakter, meningkatkan kesadaran diri, serta mendukung kesiapan Warga Binaan menjalani reintegrasi sosial.

Popular Articles