BAYUNG LENCIR, 28 OKTOBER 2026 — Sebuah sejarah baru terukir di Bumi Muba. Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, secara resmi meresmikan jalan khusus angkutan batubara milik PT Marga Bara Jaya (MBJ) yang berlokasi di Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, pada Rabu (28/10). Kehadiran jalur mandiri ini bukan sekadar infrastruktur tambang, melainkan bukti nyata bahwa kemajuan ekonomi dan perlindungan kepentingan rakyat dapat berjalan beriringan.
Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta pihak perusahaan terkait. Turut hadir Sekretaris Daerah II Kabupaten Musi Banyuasin Achmad Toyibir, Asisten I Pemprov Sumsel Afriyadi Mahmut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Musni Wijaya, serta Bupati Musi Banyuasin H.M. Toha Tohet dan Bupati Musi Rawas Utara H. Devi Suhartoni. Dari unsur kepolisian dan TNI hadir Kabag Ops Polres Muba Kompol Pandri Simbolon, Kapolsek Bayung Lencir AKP Kosim, S.H., Kapolsek Batang Hari Leko Iptu Agum Marendra, serta Danramil Bayung Lencir yang diwakili Babinsa Sertu Teddy. Tak ketinggalan Camat Bayung Lencir Sukar beserta seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Bayung Lencir, Direktur PT MBJ Yanto Melati, dan perwakilan PT BPP Amin.
Dalam sambutannya, Direktur PT Marga Bara Jaya, Yanto Melati, menyampaikan bahwa pembangunan jalan mandiri ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat sekitar. “Jalan ini kami kelola dengan prinsip saling menguntungkan — distribusi berjalan lancar, namun keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Bupati Musi Rawas Utara, H. Devi Suhartoni, memberikan apresiasi tinggi atas kebijakan yang mewajibkan pelaku usaha membangun jalur transportasi mandiri. “Kebijakan yang sempat dinilai berat ini kini terbukti melahirkan solusi nyata. Pembangunan tidak harus merusak kepentingan rakyat, keduanya bisa berjalan beriringan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin, H.M. Toha Tohet, menyambut baik kehadiran jalan khusus ini sekaligus mengingatkan pentingnya keselarasan antara operasional perusahaan dan kepentingan masyarakat. “Kehadiran PT MBJ harus membawa kebaikan. Patuhi aturan, jaga komunikasi dengan warga, sehingga kemajuan ini dirasakan manfaatnya oleh semua pihak,” pesannya.
Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, dalam arahannya menegaskan bahwa kebijakan mewajibkan jalan mandiri adalah langkah strategis menjaga aset publik sekaligus meningkatkan tata kelola pertambangan yang berkelanjutan. “Jalan umum milik rakyat adalah warisan bersama yang harus dijaga. Dengan adanya jalan khusus ini, truk batubara tidak lagi memadati jalan desa, angkutan berjalan tertib, dan jalan rakyat tetap terjaga keawetannya. Ini adalah investasi yang nilainya jauh lebih besar daripada sekadar angka rupiah,” tegasnya.
Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Gubernur Herman Deru secara resmi meresmikan jalan khusus angkutan batubara PT Marga Bara Jaya. Prosesi ditandai dengan penekanan sirine dan penandatanganan prasasti, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi jalan hauling guna memastikan kesiapan dan kualitas infrastruktur.
Peresmian ini diharapkan menjadi model baru penataan logistik pertambangan di Sumatera Selatan — yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga berkeadilan sosial dan ramah lingkungan.

