Deliķ.sbs-Langgur/Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual kembali menunjukkan performa yang impresif. Tidak hanya sekadar melakukan perawatan ringan, sejumlah warga binaan yang terampil di bidang otomotif kini membuktikan keahliannya dengan sukses menyelesaikan perbaikan servis berat (servis besar/turun mesin) pada sepeda motor milik masyarakat umum, Jumat (11/09).
Kegiatan yang berpusat di bengkel kerja Lapas ini menjadi salah satu implementasi nyata dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong produktivitas dan menyiapkan Warga Binaan agar memiliki keahlian yang siap pakai di industri luar.
Sementara itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, L. Laitera, menjelaskan bahwa pelatihan yang diberikan di bengkel dilakukan dengan standar kerja yang terarah dan berada dalam pengawasan petugas.
“Warga Binaan kami latih mulai dari perawatan mesin, sistem kelistrikan, hingga perbaikan kerusakan kendaraan. Seluruh proses tetap diawasi untuk memastikan hasil kerja sesuai standar dan tetap aman,” jelasnya.
Kemampuan mekanik warga binaan ini pun mendapat pengakuan langsung dari konsumen. Rizki, pemilik sepeda motor yang mengalami kerusakan berat tersebut, mengaku takjub dan sangat puas dengan hasil akhir pengerjaan bengkel Lapas Tual.
“Motor saya awalnya mengalami turun performa yang drastis, keluar asap putih, dan suara mesinnya sangat kasar. Saya sempat ragu apa bisa diperbaiki di sini. Namun setelah dibongkar dan diservis berat oleh teman-teman warga binaan, hasilnya luar biasa. Tarikan motor kembali enteng seperti baru, suaranya halus, pengerjaannya rapi, dan biayanya pun sangat bersahabat bagi masyarakat. Pelayanan mereka sangat ramah dan profesional,” ungkapnya.
Melalui keberhasilan penanganan servis berat ini, Lapas Tual berharap masyarakat luar semakin percaya terhadap kualitas produk dan jasa yang dihasilkan dari dalam Lapas. Keterampilan mekanik yang mumpuni ini diharapkan menjadi modal bagi para warga binaan untuk membuka lapangan usaha mandiri secara sehat atau terserap sebagai tenaga kerja profesional setelah menyelesaikan masa pidananya kelak.
