Top 5 This Week

Related Posts

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat: Dewan Pengawas Turun Langsung Layani Peserta di Tegal

Tegal — Peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk memperkuat kedekatan dengan peserta sekaligus memastikan kualitas pelayanan terus menjawab kebutuhan pekerja.

Suasana tersebut terlihat di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tegal, Jumat (4/9/2026). Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Swartoko, turun langsung menyapa, berinteraksi, sekaligus melayani peserta yang tengah mengajukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT).

Kehadiran jajaran manajemen secara langsung di tengah peserta menjadi bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk membangun pelayanan yang semakin responsif, mudah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Swartoko mengatakan, Harpelnas tidak semestinya dimaknai sebatas agenda seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk mendengar secara langsung pengalaman, masukan, serta kebutuhan peserta.

“Harpelnas bukan sekadar seremoni. Ini menjadi momentum bagi kami untuk hadir lebih dekat, mendengar langsung pengalaman peserta, serta memastikan pelayanan yang diberikan semakin mudah dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Swartoko.

Menurutnya, keberadaan jaminan sosial ketenagakerjaan harus mampu memberikan manfaat nyata, bukan hanya bagi pekerja, tetapi juga bagi keluarga ketika menghadapi berbagai risiko dalam kehidupan maupun dunia kerja.

Dorong Perlindungan bagi Kelompok Rentan

Rangkaian Harpelnas 2026 di Tegal turut diisi Seminar Nasional yang berlangsung di Grand Dian Hotel Slawi.

Seminar mengangkat tema “Keterjangkauan Perlindungan bagi Penyandang Disabilitas, Kelompok Rentan dan Pekerja Informal serta Tantangan Penciptaan Lapangan Kerja Baru di Desa dan Kawasan Transmigrasi.”

Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dan membahas strategi memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan akses.

Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran nasional 200 Agen PERISAI, Green Industry, dan JadiJuragan yang didukung BPJS Ketenagakerjaan.

Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari langkah strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas kepesertaan sekaligus menjangkau pekerja yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara optimal.

Tak Sekadar Melindungi, Dorong Peserta Kembali Produktif

BPJS Ketenagakerjaan juga terus mendorong agar perlindungan yang diberikan tidak berhenti pada manfaat ketika peserta menghadapi risiko.

Lebih jauh, manfaat jaminan sosial diharapkan mampu menjadi pijakan bagi peserta dan keluarganya untuk kembali bangkit, produktif, serta memiliki kemandirian ekonomi setelah menghadapi berbagai risiko.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui inisiatif Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA).

Melalui berbagai program tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah pekerja—tidak hanya sebagai penyelenggara jaminan sosial, tetapi juga sebagai institusi yang berupaya memastikan perlindungan memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan hidup dan masa depan pekerja Indonesia.

Peringatan Harpelnas 2026 pun menjadi pengingat bahwa pelayanan terbaik bukan sekadar tentang seberapa cepat sebuah layanan diberikan, tetapi juga tentang seberapa jauh kehadiran BPJS Ketenagakerjaan mampu memberikan rasa aman, kepastian, dan manfaat bagi setiap pekerja yang terlindungi.

Popular Articles